A. BUDIDAYA PORANG (AGROFORESTRI)
Desa Cepoko memiliki potensi lahan pertanian dan agroforestri yang sangat mendukung untuk budidaya Porang (Amorphophallus muelleri). Memanfaatkan topografi wilayah pegunungan dan kontur tanah di bawah tegakan pohon keras pelindung khas Kecamatan Ngrayun, potensi luas lahan yang dimanfaatkan untuk budidaya porang di desa ini mencapai puluhan hektare. Budidaya porang menjadi salah satu komoditi primadona warga karena tingkat keberhasilan tumbuhnya yang tinggi, perawatan yang relatif minim, dan permintaan pasar ekspor yang besar terhadap kandungan glukomanan di dalamnya.
B. PASCA PANEN DAN PENGOLAHAN AWAL (CHIP PORANG)
Selain fokus pada pembesaran bibit (umbi katak) dan umbi produksi, para petani di Desa Cepoko juga berupaya memaksimalkan nilai tambah ekonomi komoditas ini melalui proses pasca panen tahap awal. Umbi porang segar hasil panen tidak hanya dijual mentah, namun juga diproses menjadi chip porang (irisan tipis porang yang dikeringkan). Proses perajangan dan penjemuran di bawah sinar matahari ini secara signifikan mampu menjaga ketahanan komoditi dan meningkatkan harga jual sebelum didistribusikan ke pabrik pengolahan lanjutan.
Bagikan :Â