PONOROGO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University menorehkan rekam jejak digital yang signifikan di Desa Cepoko, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo. Mengusung program unggulan bertajuk "DIGIDESA CEPOKO", tim KKNT secara resmi meluncurkan portal website terpadu desa sekaligus merintis sistem administrasi e-Government yang modern dan berkelanjutan.
Fikri Nurhaekal, mahasiswa program studi Ilmu Komputer IPB University yang menjadi motor penggerak digitalisasi dalam kelompok KKNT ini, mengungkapkan bahwa pengembangan website ini dirancang khusus untuk mendobrak keterbatasan akses informasi publik. "Tujuan utama kami adalah menciptakan ekosistem informasi yang mandiri, di mana potensi lokal desa tidak lagi hanya beredar dari mulut ke mulut, melainkan memiliki etalase global yang terstruktur," jelasnya
Satu hal yang membedakan program digitalisasi Desa Cepoko ini dengan inisiatif serupa pada umumnya adalah kolaborasi cerdas antara sumber daya mahasiswa dan teknologi Kecerdasan Buatan (AI). Dalam proses pembangunannya, Fikri memanfaatkan AI (Google Gemini) sebagai mitra diskusi taktis (brainstorming partner) mulai dari memetakan arsitektur informasi, merumuskan User Interface (UI) yang ramah seluler (mobile-responsive), hingga menyusun narasi jurnalistik berstandar profesional untuk setiap rubrik potensi desa.
Pemanfaatan AI tersebut tidak menggantikan proses pengembangan website oleh mahasiswa, melainkan berperan sebagai alat bantu dalam proses perancangan dan pengembangan konten. Seluruh hasil tetap melalui proses penyuntingan, penyesuaian, dan validasi oleh tim KKNT agar sesuai dengan kondisi, kebutuhan, serta potensi Desa Cepoko. Penggunaan AI ini membuktikan bahwa adaptasi teknologi mutakhir dapat sangat efektif digunakan untuk mempercepat pembangunan desa, asalkan dikemudikan dengan visi tata kelola yang tepat.
Melalui platform Google Sites yang mudah dioperasikan secara mandiri oleh perangkat desa ke depannya, website Desa Cepoko kini berdiri tegak dengan antarmuka bernuansa hijau yang merepresentasikan kesuburan alam perbukitan Ngrayun. Pada halaman beranda, pengunjung langsung disuguhkan panorama alam desa yang memanjakan mata, lengkap dengan sistem navigasi menu yang tertata apik, meliputi: Home, Profil Desa, Infografis, UMKM, Listing, Berita, dan Layanan Desa.
Lebih dari sekadar portal informasi teks dan foto, gebrakan terbesar dari program Digidesa Cepoko ini adalah terobosan dalam pemetaan spasial. Memanfaatkan integrasi Google My Maps, tim KKNT berhasil merancang Peta Interaktif yang memvisualisasikan batas wilayah Desa Cepoko (poligon area) secara akurat, sekaligus menandai titik-titik koordinat strategis penggerak ekonomi warga.
Melalui peta digital yang tersemat langsung di website desa ini, publik maupun calon investor kini dapat dengan mudah melacak persebaran UMKM lokal. Titik-titik penting yang telah berhasil dipetakan mencakup pusat kuliner dan industri rumahan seperti Warung Makan La Chacha, Warung Tzuky, ADWA Cake & Catering, Warung Soto Bu Endar, Pasar Jajan, Tempe Mba Rina, hingga fasilitas pengolahan sentral Bangsal Produksi Jahe. Langkah ini tidak hanya mendigitalkan data, tetapi juga membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha di pelosok Ngrayun.
Kehadiran fitur ini tidak hanya mendigitalkan data spasial desa, tetapi juga diharapkan dapat memperluas akses promosi UMKM lokal serta memudahkan masyarakat maupun pengunjung dalam memperoleh informasi lokasi pelaku usaha di Desa Cepoko.
Berdiri tegak dengan antarmuka bernuansa hijau yang merepresentasikan kesuburan alam perbukitan Ngrayun, website desa ini menata informasinya ke dalam menu navigasi yang komprehensif: Home, Profil Desa, Infografis, UMKM, Listing, Berita, dan Layanan Desa.
Proses kurasi konten yang dilakukan tim KKNT juga sangat tajam. Mereka merilis potensi pertanian lokal, seperti budidaya komoditas Jahe (Empon-empon) di lahan tegalan, siklus panen Jagung yang terintegrasi dengan peternakan (zero waste), hingga pemberdayaan LMDH dalam penyadapan getah di kawasan Hutan Pinus. Selain komoditas mentah, website ini juga menjadi ruang publikasi khusus bagi inovasi hilirisasi andalan desa, yakni "Jawa Drink", sebuah produk minuman herbal instan sekali seduh yang diproses secara modern di Bangsal Pasca Panen.
Melalui penyajian informasi yang terstruktur tersebut, website “Digidesa Cepoko” diharapkan dapat menjadi media promosi sekaligus pusat informasi desa yang mampu memperkenalkan potensi lokal kepada masyarakat secara lebih luas.
Tidak hanya berfokus pada etalase promosi, program digitalisasi ini juga menyentuh akar birokrasi dan pelayanan publik. Pada menu Layanan Desa, tim KKN-T berhasil mengintegrasikan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) melalui pembuatan Form Permohonan Informasi berbasis Cloud (Google Forms). Inovasi ini memungkinkan warga untuk mengajukan permohonan informasi secara daring, di mana rekapitulasi datanya langsung terhubung secara otomatis ke database perangkat desa.
Langkah digitalisasi ini semakin paripurna dengan pendampingan intensif yang dilakukan mahasiswa KKNT Inovasi IPB kepada Pemerintah Desa Cepoko khususnya kepada Bapak Purnomo selaku Kasi Pemerintahan dalam mengurus aktivasi akun Email Kedinasan Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Melalui korespondensi administratif yang terstruktur dengan pihak Diskominfo Ponorogo, Pemerintah Desa Cepoko kini memiliki pijakan legalitas tata naskah dinas elektronik yang kuat dan aman.
Rangkaian dedikasi dari mahasiswa KKNT IPB University ini diharapkan tidak hanya menjadi program kerja sesaat, melainkan menjadi tonggak awal (milestone) bagi Desa Cepoko untuk terus berlari menjadi desa cerdas (smart village) yang adaptif, melek teknologi, dan berdaya saing tinggi di era keterbukaan informasi.
Website Digidesa Cepoko diharapkan dapat terus dikembangkan secara mandiri oleh Pemerintah Desa Cepoko sehingga manfaatnya tidak berhenti pada masa pelaksanaan KKNT, tetapi mampu menjadi sarana informasi, promosi potensi desa, dan pelayanan publik yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Bagikan :